jogja untuk berbagi ilmu

informasi | tips | trik

Prinsip #2 Milyader : Faktor Kali

Prinsip dasar kedua yang harus dipegang oleh calon milyader menurut Tung Dasem Waringin (TDW) adalah “faktor kali”. Maksudnya adalah setiap segala sesuatu yang kita sentuh, akan berfek multiplier atau berkelipatan.

Contoh #1 :
Si A membuka bengkel mobil sedemikian bagusnya. Servisnya bagus, cepat, ramah, bersih dan yang terpenting murah. Dalam situasi seperti ini, bengkel si A memiliki prinsip #1 milyader, yaitu nilai tambah. Sehingga dalam waktu singkat si A mendapatkan banyak pelanggan. Karena kesibukanya melayani pelanggan, si A melupakan prinsip kedua yaitu Faktor kali.

Dan karena kesibukanya pula, si A tidak sempat menambah karyawan, memperluas bangunan atau membuka cabang, menggunakan teknologi, dan faktor kali yang lainya. Apakah dia bisa kaya?

Ya, dia bisa kaya. Tetapi apakah dia sangat kaya?
Tidak, dia tidak akan pernah lebih kaya dibanding dengan si B yang memiliki banyak (cabang) bengkel.

Namun demikian si A bukanlah orang yang benar-benar celaka. Lebih celaka lagi jika seseorang itu tidak memiliki nilai tambah dan nilai kali.

Contoh #2 :
Si C bekerja sebagai supir pribadi. Fungsi dan tugasnya sebagai supir pribadi bisa di gantikan orang lain. Dalam kondisi seperti ini berarti dia tidak memiliki nilai tambah. Kemudian si C hanya bekerja dengan satu orang bos, dari hari ke hari. Ini menggambarkan bahwa si C tidak memiliki faktor kali. Nah, anda pasti bisa menyimpukan. Apakah dia akan kaya?

Akan sangat berbahaya lagi pembawa bencana. Siapa mereka?

Mereka adalah orang-orang yang selalu sibuk dengan faktor kali tanpa memberikan nilai tambah.
Contoh #3 :
Si X membeli sebuah perusahaan. Kemudian si X merekayasa keuangan perusahaanya yang kemudian sahamnya didongkrak dan dijual ke publik. Situasinya direkayasa sehingga pembeli sahamnya merasa mendapatkan nilai tambah, padahal tidak! Apakah dia kaya?

Ya, si X kaya dan jadi milyader dari menjual sahamnya. Tapi bukan milyader yang mencerahkan. Karena si X membawa bencana bagi pembeli sahamnya. Si X hanya sibuk menumpuk kekayaan tanpa memikirkan nasib orang lain.

April 19, 2009 Ditulis oleh papa mahesa | ilmu pengetahuan, internet marketing, jadi enterpreuneur, lowongan kerja, modal awal, motivasi, review, seluk beluk bisnis | , , , , , , , | Belum Ada Tanggapan

Takut Gagal = Takut Sukses

Siapa yang takut gagal, maka tidak akan melihat kesuksesan.

Yah…melihat pun tidak, apa lagi menggapainya…

Coba Anda fikir dan bayangkan…

Jika diri Anda mempunya suatu rencana, sebut saja ingin berbisnis. Anda sudah mereka-reka segala macam kebutuhan dalam menjalankan bisnis tersebut. Setelah dihitung ini-itunya, untung-ruginya, eeh…”kog banyak rugi dan resikonya yah”. Dan akhirnya Anda memutuskan untuk manuver ke bisnis yang lain. Begitu seterusnya, seterusnya dan seterusnya…

Anda sangat mengkhawatirkan kerugian dan resiko-resiko yang baru Anda temukan “di atas kertas”. Anda belum benar-benar mencoba. Anda belum benar-benar menemukan masalah dan resikonya. Anda juga belum mencoba melawan serta mengatasi resiko tersebut. Sementara waktu terus bergulir, tapi belum satupun aksi yang Anda lakukan.

Jika itu terjadi, tanpa Anda sadari kegagalan itu telah Anda ciptakan sendiri. Saya bisa katakan, Anda telah gagal menggunakan waktu.

Saya banyak menemukan hal ini dilapangan. Saya juga pernah mengalaminya. Tapi kemudian Saya coba mengeksploitasi diri. Saya coba mencari-cari “apa, mengapa dan bagaimana”. Yang pada akhirnya Saya bisa menemukan jawaban dari kiri dan kanan.

Selanjutnya apa yang Saya lakukan ?

Saya langsung melakukan aksi diantaranya Saya bergabung dengan salah satu komunitas Internet Marketing Indonesia. Saya mulai belajar sedikit demi sedikit dan mulai mempraktekan ilmu yang Saya terima. Saya mencoba meng-online-kan bisnis Saya. Melakukan promosi disana-sini hingga akhirnya mendapatkan beberapa pesanan.

Kemudian Saya dipertemukan kembali sebuah celah bisnis yang awalnya tidak pernah Saya lirik. Yah, saat itu Saya menderita sakit dibagian tulang pinggang. Beberapa kali Saya pijat dan urut, tidak ada hasil. Saya coba ke pengobatan tenaga dalam, mulai ada perubahan tapi kemudian kambuh lagi. Hingga Saya putuskan untuk mencoba produk OU TEA. Memang tidak berpengaruh langsung dan cepat terhadap apa yang Saya keluhkan selama ini. Tapi paling tidak ada setitik perubahan.

Melihat hal itu, Saya coba berikan OU TEA kepada nenek istri Saya di Serang-Banten yang menderita asam urat dan darah tinggi dan ternyata cocok. Tapi keyakinan dan kepuasan Saya tidak berhenti disitu. Dalam hati, “Saya harus membuktikan khasiat OU TEA lebih banyak lagi”. Oleh karenanya, Saya kirimkan OU TEA ke bapak mertua yang juga menderita Asam Urat dan Vertigo dan Alhamdulillah menemukan kecocokan juga. Tadinya selama bulan puasa 2008 beliau tidak bisa jalan selangkahpun. Tapi setelah konsumsi OU TEA kurang dari 1 botol isi 45gr, sekarang sudah bisa ngejar-ngejar kambing yang masuk kebun beliau.

Dari itu semua, Saya mulai yakin untuk melirik sisi bisnisnya. Hingga kemudian Saya langsung ambil aksi. Saya beli satu paket OU TEA dan kemudian Saya tawarkan kepada siapa pun. Tidak sampai disitu, Saya juga langsung putuskan untuk sewa domain dan hosting lalu beli scritp HTML untuk mengisi web Saya.

Yah, sekarang Saya lebih banyak beraksi dari pada menghitung untung-rugi. Alhasil, meskipun belum terlihat maksimal hasilnya (relatif). Apa hasilnya ?
Dari sisi kesehatan, jelas Saya dan keluarga telah merasakan khasiatnya.
Dari sisi ekonomi, Saya telah menerima keuntung dari berjualan eceran produk OU TEA. Selain itu Saya juga telah menerima beberapa bonus hasil pengembangan jaringan Saya.
outea-bonus-8-nov-081
Ada yang lebih signifikan, Saya bisa mendapatkan Agen Mitra yang berani menjadi Service Point Agen (Stokist) di wilayah Sumatera Selatan, tepatnya kota Palembang namanya Pak Burhan. Saat ini beliau telah mendapatkan 10 orang Agen Mitra baru.
outea-jaringan-11-nov-081

Coba Anda bayangkan, jika saat itu Saya tidak ambil posisi. Mungkin Pak Burhan sudah menjadi Agen Mitra orang lain. Sedangkan Saya hanya mereka-reka, menghitung untung-rugi serta menghabiskan waktu, menghabiskan tinta pulpen dan kertas. Jika itu yang dulu Saya lakukan, maka NOL BESAR yang Saya dapat saat ini.

Tapi sekarang Saya boleh berbangga hati. Saya mampu mengembangakan jaringan usaha Saya. Tidak di Jogjakarta, kota tempat saya berdomisili, melainkan di luar kota yang sangat jauh. Yah…Palembang…

Siapa sangka kesabaran dan keuletan membawa keindahan.

Jangan biarkan Otak kiri mendominasi fikiran Anda yang hanya dipadati dengan teori-teori. Tapi imbangi dengan Otak kanan yang selalu “take action”.

Jangan biarkan fikiran Anda dipenuhi dengan rencana-rencana.

Jangan pernah ceritakan rencana-rencana Anda tersebut kepada orang lain. Kalau Anda tidak ingin melihat orang itu sukses lebih dahulu dari Anda.

Bergerak sekarang juga, atau Anda tidak akan pernah melihat kesuksesan.

November 11, 2008 Ditulis oleh papa mahesa | jadi enterpreuneur, modal awal, motivasi, seluk beluk bisnis | , , , , , | Belum Ada Tanggapan