jogja untuk berbagi ilmu

informasi | tips | trik

Berhutang Itu Mulia

Janganlah mudah percaya pada mitos, yang mengatakan, bahwa usaha itu tak mungkin dimulai dengan modal dengkul.

Dalam sebuah program pelatihan entrepreneur yang diadakan Prima Enrepreneurship, beberapa waktu lalu, saya ditanya peserta, “Bagaimana cara kita berwiraswasta namun tidak mempunyai modal?” Saya jawab “Kuncinya, BODOL!”. Itu singakatan: berani, optimis, duit, orang lain.

Maksudnya, bila kita berani menjadi wirausahawan atau entrepreneur, tentunya kita harus punya keberanian. Tak hanya berani mimpi, tetapi juga berani mencoba, berani gagal dan berani sukses. Saya kira hal itu penting dan harus kita miliki. Selain itu, kita juga harus optimis. Sebab dengan kita tetap optimis, maka kita akan selalu yakin akan masa depan, yakin pada kemampuan, dan juga menghentikan alur pemikiran yang negatif.

Dan, kita janganlah mudah percaya pada mitos yang mengatakan, bahwa usaha itu tak mungkin dimulai dengan modal dengkul berarti mulai kecil-kecilan. Saya percaya, bahwa kalau kita yakin akan bisnis yang kita lakukan, pastilah bisa jalan. Kalaupun nanti di tengah jalan kesulitan modal, anggaplah itu wajar saja dalam bisnis. Sebab, sesungguhnya, salah satu ciri usaha atau bisnis kita berkembang adalah selalu saja kekurangan modal. Bila bisnis kita bertambah maju dan omset naik, maka tentu dituntut pula menyediakan modal tambahan.

Singkatnya, dengan omset naik, kita dihadapkan pada kesulitan modal. Kita butuh duit. Duit itu dapat dari mana? Jika kita punya warisan dan simpanan banyak tak masalah. Jika tidak ada? Duit itu bisa saja kita dapat dari duit orang lain atau hutang. Apalagi yang namanya modalnya entrepreneur adalah dengkulnya. MAka tak punya dengkulpun, bisa meminjam dengkulnya orang lain. Atau katakanlah, akhirnya hutang di bank, atau kita dapat hutang berarti kita membuktikan bahwa kita memang dipercaya. Credible.

Sehingga, semakin besar hutang kita pada bank dan tidak macet, maka semakin besar pula kepercayaan bank pada kita. Sehingga bonafiditas seorang entrepreneur diukur dari seberapa besar hutang yang didapatnya, dan kita semakin dihormati. Sebab, bunga hutang kita itu pun digunakan untuk membiyayai operasional bank tersebut, termasuk membayar gaji karyawannya dan bunga para penabung.

Ingat, bisnis bank salah satu sumber pendapatannya dari bunga pinjaman. Bahwa dengan kita berhutang yang digunakan untuk mengembangkan usaha, maka tentu saja hal itu tak mustahil akan menciptakan lapangan kerja baru. Itu sangat bermanfaat. Apakah itu, namanya tidak mulia?

Bicara soal hutang, saya jadi teringat pada metabolisme tubuh manusia. Agar metabolisma tubuh kita berjalan baik, tentu saja aliran darahnya juga harus baik dan stabil sesuai kebutuhan organ-organ tubuh kita. Kalau kurang darah tentu saja perlu diatasi dengan cara tambahan darah. Nah, hutang itulah saya ibaratkan darahnya.

Memang yang namanya hutang di bank itu ada resikonya. Tapi semuanya itu dianggapnya perjuangan. Perjuangan adalah hari-hari yang dijalani oleh seorang entrepreneur. Saya sendiri sangat merasakan hal itu. Tapi anggaplah, resiko itu sesuatu yang harus senantiasa diperhitungkan, namun tidak perlu ditakuti. Asal saja, hutang atau tambahan modal usaha itu betul-betuk digunakan untuk kepentingan bisnis dan bukan untuk kepentingan konsumtif. Memang, kita dituntut pintar dan seefektif mungkin menggunakannya. Sehingga kita dapat membayar hutang tepat waktu.

Saya dan anda, mungkin sama-sama yakin betul, bahwa seorang entrepreneur yang cerdas pasti bisa memanfaatkan hutang itu sebaik mungkin. Alasannya adalah seorang pekerja keras, tekun, tak mudah puas, berani bersaing, gerak langkahnya cenderung mengejar prestasi terbaik, dan berani mengambil resiko, termasuk berhutang tadi.

Itu sebabnya, mengapa dia lebih mampu menangkap dan memanfaatkan peluang apapun dengan baik, termasuk tentunya kejeliannya dalam berhutang. Maka tak mustahil, kaslau seorang entrepreneur tidak berhutang hidupnya pun terasa hampa. Karena, baginya, berhutang pun tetap mulia. Yah itulah entrepreneur.***

Oleh : Purdi E Chandra
CEO of PRIMAGAMA GROUP

Mei 30, 2008 - Posted by | jadi enterpreuneur | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: